11 Hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Upacara Pemakaman Tionghoa


rumah-duka-adijasa-surabaya02

Toko bunga Surabaya – Berbeda adat dan suku melahirkan perbedaan juga pada setiap proses kegiatan yang dilakukan termasuk pada proses pemakaman. Seperti misalnya pada suku atau adat Tionghoa.
Mereka juga memiliki cara tersendiri dalam menjalankan proses pemakaman atau upacara kematian. Namun dalam setiap proses pemakanan, selalu dibutuhkan bunga. Dalam hal pemesanan bunga ini Anda bisa melakukan pembelian di toko bunga Surabaya.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam upacara pemakaman adat Tionghoa
Adat Tionghoa memang memiliki cara dan proses khusus dalam penguburan jenazah. Berikut kita paparkan hal-hal apa saja yang sebaiknya ada dan dipersiapkan dalam proses pemakaman kematian menurut adat Tionghoa:

1.      Proses Persiapan
Bagi para pelayat, untuk menghormati alhamrhum bisa melakukan persiapan dengan cara memesan karangan bunga di toko bunga Surabaya. Sementara pihak keluarga inti pastinya menyiapkan peti mati di rumah. Selain peti juga dipersiapkan untuk baju yang akan dipakai oleh almarhum.

2.      Proses Pembakaran Perak
Hal lain yang juga dilakukan oleh warga adat Tionghoa adalah pembakaran kertas perak, sebagai lambang bekal untuk menuju ke dunia lain. 
Pembakaran ini biasanya dilakukan oleh anak almarhumah. Pembakaran ini dilakukan secara terus menerus dan dilakukan di samping peti jenazah. Lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi terkait tata cara pembakaran ini di rumah duka Adijasa.
Tambahan lainnya adalah dinyalakannya pelita minyak di kolong peti jenazah. Dalam pembakaran ini anak perempuan harus menunjukkan rasa belasungkawa yang mendalam dengan tangisan. Hal itu menunjukkan kesedihan dan rasa hormat pada Almarhum apalagi jika yang meninggal adalah orangtua. Bahkan pada beberapa kasus, jika anak tidak menangis maka keluarga akan membayar seseorang untuk memberikan tangisan.

3.      Peletakkan Meja Sembahyang
Dalam hal peletakan meja sembahyang, orang Tionghoa bisa meletakkan meja sembahyang ini di depan jenazah. Biasanya di dekat kaki jenazah. Tambahan lain bisa Anda ketahui informasinya pada rumah duka Adijasa seperti peletakkan lilin putih pada bagian meja sembahyang tersebut.

4.      Tambahan Hio dan Foto Almarhum
Di dekat peti jenazah juga diletakkan sebuah hio lo atau tempat hio. Hio ini ada beberapa warna, ada yang merah dan ada yang hijau. Jika almarhum yang meninggal usianya sudah lebih dari enam puluh tahun, maka hio yang dipakai adalah yang berwarna merah. Perlengkapan hio ini juga bisa anda ketahui informasinya melalui Adijasa Surabaya.

5.      Kelengkapan Sesaji
Hal lain yang juga penting dalam prosesi upacara pemakaman adalah mengenai kelengkapan sesaji. Sesaji untuk meja sembahyang adalah teliao. Teliao ini merupakan teh yang digabung dengan manisan, kemudian dicampur dengan nasi, 5 macam buah (pisang, jeruk, semangka, dll) serta sawi dan pada sesaji ini tidak harus memakai daging ayam atau ikan. Adijasa Surabaya dapat memberikan informasi lengkap mengenai hal ini.

6.      Pakaian untuk Anggota keluarga
Hal khusus lainnya yang juga bisa dikonsultasikan pada Adijasa Surabaya adalah tentang pakaian yang dipakai oleh anggota keluarga. Anggota keluarga tidak diperbolehkan menggunakan pakaian dengan warna yang terlalu terang dan mencolok sekali. 
Mereka umumnya diharuskan menggunakan pakaian yang terbuat dari kain blacu. Pakaian ini pun harus dipakai secara terbalik (jahitan di bagian luar). Untuk anggota laki-laki kepalanya harus diikat dan untuk perempuan menggunakan pakaian yang sopan dan menggunakan kerudung.

7.      Warna Pakaian Anggota Keluarga
Pada adat Tionghoa, pakaian pun harus menyesuaikan dan ada pembagiannya sendiri-sendiri. Untuk warna pakaian pada anak dan menantu biasanya hitam, sedangkan untuk cucu berwarna biru dan merah, sementara untuk buyut memakai warna kuning. 
Ketika ada tamu yang datang untuk sembahyang, maka keluarga juga ikut sembahyang. Para tamu pun dapat memesan bunga papan duka cita sebagai tanda bela sungkawa.

8.      Kegiatan yang Melibatkan Doa
Bunga papan duka cita, selain sebagai tanda belasungkawa juga bisa dijadikan sarana untuk menunjukkan doa kita kepada almarhum. Bunga papan duka cita ini bisa dirangkai dengan baik dan indah. 
Beberapa kegiatan dalam proses pemakaman lainnya yang harus ada doanya adalah pada bagian masuk peti, sembahyang akhir (malam), pemberangkatan jenazah, proses kremasi, upacara setelah kembali dari kuburan, upacara pada hari ke 3, 7, 49, dan 100 hari. 
Juga pada upacara ke-1 tahun dan 3 tahun. Pada masa tersebut warga juga bisa mengirimkan bunga papan duka cita.

9.      Ritual dalam Pemberangkatan Jenazah
Ada beberapa lagi hal yang harus dilakukan dalam proses pemberangkatan jenazah ini. Yaitu proses pembantingan semangka. Semangka yang sebelumnya ditaruh di atas meja, dibanting sampai hancur saat peti akan dimasukkan ke dalam mobil jenazah. 
Dalam masa-masa duka cita ini keluarga terdekat bisa mengirimkan bunga duka Adijasa jika tidak bisa hadir. Bunga bisa mewakili rasa sedih yang mendalam dan juga rasa hormat terhadap sosok almarhumah yang sudah tiada. Rangkaian bunga pun bisa bermacam-macam.

10.  Masa Berkabung
Setelah proses pemakaman selesai, maka pihak keluarga masih dalam suasana berkabung sehingga setiap anggota keluarga memakai pakaian putih. Masa Berkabung ini waktu lamanya berbeda-beda tergantung seberapa dekat hubungan dengan almarhum. 
Dalam masa berkabung ini warga bisa memberikan bunga duka Adijasa. Dalam masa berkabung anggota keluarga haruslah menunjukkan kesedihan dan juga dilarang berhura-hura menunjukkan kebahagiaannya.

11.  Lama proses masa berkabung
Dalam proses berkabung ini keluarga dan kerabat bisa memesan bunga duka Adijasa dan juga untuk keluarga tetap dilarang memakai pakaian yang berwarna-warni dan juga mencolok mata. 

Untuk lama masa berkabung sendiri dibagi-bagi dalam jangka waktu yang berbeda, yaitu:

·         Untuk Orang Tua: Jika yang meninggal adalah orang tua, maka masa berkabungnya adalah antara 1 hingga 3 tahun. Dalam masa ini keluarga masih bisa pesan bunga papan duka Surabaya.

·         Untuk Nenek dan kakek: Untuk nenek dan kakek biasanya waktu masa berkabung adalah selama 1 tahun. Warga pun masih bisa pesan bunga papan duka Surabaya.

·         Untuk Saudara: Sementara itu untuk proses berkabung saudara selama 3 sampai 6 bulan.
Itulah beberapa proses tahapan dalam tradisi pemakaman Tionghoa yang bisa kita ketahui informasinya. 

Prosesnya memang terlihat sangat banyak namun juga sangat mendetail. Ini membuktikan rasa hormat mereka kepada almarhum sangatlah besar. Dalam setiap adat memang memiliki proses penguburan yang berbeda-beda, namun tujuannya tetaplah untuk yang terbaik bagi Almarhum dan juga keluarga yang ditinggalkan.

Dalam suasana berbelasungkawa, ungkapan duka cita memang sudah sepantasnya diberikan kepada keluarga yang sedang kehilangan sebagai bentuk suport atau dukungan. 
Bentuk suport  ini bisa diungkapkan dalam rangkaian bunga dan Anda bisa pesan bunga papan duka Surabaya. Kami sendiri menyediakan bunga untuk proses pemakaman suku Tionghoa. Jika Anda ingin mengucapkan belasungkawa atau bunga untuk digunakan dalam proses pemakaman secara langsung, maka Anda bisa tinggal pesan saja di tempat kami.

Agustina Florist, toko bunga dekat dengan rumah duka Adijasa , siap melayani pemesanan karangan bunga duka cita.
Hubungi kami :
HP : 0812 3343 7027
WA : 0818 0329 1424
Email : agustinaflorist44@gmail.com
Website : clianthabunga.com

Belum ada Komentar untuk "11 Hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Upacara Pemakaman Tionghoa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel